Untitled Document Jumat, 23 Juni 2017
Untitled Document
HOME | BERITA | STRUKTUR ORGANISASI | VISI-MISI | AGENDA | PROFIL ANGGOTA | GALERI FOTO | VIDEO | MAJALAH | LINK
Untitled Document

BERITA

Nasional | Internasional | Parlemen

24 Maret 2017 - Berita Nasional

Melani Minta Wirausahawan Pemula Didampingi


Pelatihan Kewirausahaan yang diselenggarakan Kementerian Koperasi dan UKM, hendaknya diikuti tindak lanjut berupa pendampingan. Tanpa itu, gairah wirausaha bisa terjebak dalam retorika belaka.

‘’Harus ada pendampingan yang dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM terhadap para pelaku wirausaha yang telah dilatih. Jika perlu difasilitasi juga dengan dana bantuan yang bisa dipakai sebagai modal usaha bagi para pelaku wirausaha,’’ kata Anggota Komisi VI DPR RI, Melani Leimena Suharli, belum lama ini.

Di antara masa reses hingga awal Maret lalu, Melani memang serangkaian kegiatan terkait wirausaha sebagaimana dilakukannya selama ini, di daerah pemilihannya, DKI II. Pada 8-9 Maret lalu, Melani membuka Pelatihan Gerakan Kewirausahaan Nasional untuk pemuda dan mahasiswa, yang dilaksanakan di Pelangi Hotel and Resort Sentul Bogor.

Peserta pelatihan terdiri dari 40 pemuda dan mahasiswa yang sudah mempunyai usaha kecil menengah dan yang mau mempunyai usaha. Sebagian berasal dari organisasi Karang Taruna di wilayah Kwitang, Kenari dan Sawah Besar, (Jakarta Pusat), ada yang berasal dari Karang Taruna Gandaria Utara ( Jakarta Selatan ) sisanya para wirausaha muda yang tersebar di wilayah Jakpus dan Jaksel.

Selain Melani, program pelatihan dari Kementerian Koperasi dan UKM tersebut dihadiri Budi Mustopo (Asdep Pengembangan Kewirausahaan Kemenkop UKM) dan Ronny Sukmana (Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor).

‘’Saat ini jumlah wirausahawan di Indonesia baru mencapai 1,6%. Masih sangat terbatas. Padahal, sebuah bangsa akan maju dan sejahtera apabila minimal 2% penduduknya berwirausaha. Untuk Indonesia, 2% itu sebesar 4,6 juta dari 231,83 juta jiwa penduduk. Sejumlah negara maju telah membuktikan teori tersebut, Amerika Serikat 11,5-12%, Singapura 7%, China dan Jepang 10%. Indonesia harus mengejar ketertinggalan tersebut,’’ kata Melani saat membuka pelatihan.

Di sisi lain, tambahnya, berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 sudah sangat nyata, MEA adalah tantangan bagi pelaku wirausaha. Tidak ada kata lain selain pelaku wirausaha harus lebih siap menyongsong hadirnya era tersebut.

Dalam konteks inilah, Melani kembali menegaskan, upaya pendampingan terhadap para pelaku wirusaha kecil dan menengah khususnya yang tengah merintis, sangat penting. Jika tidak, hasil pelatihan tidak akan maksimal dan sesuai harapan, alias sekadar menyelesaikan program. (media-fpd/ laporan: arya)

 





LINK WEBSITE

Website Kepresidenan & Wakil Presiden
Website Kementrian
Website Lembaga Tinggi Negara
Website Media
Website Organisasi Internasional

www.demokrat.or.id

DPP PARTAI DEMOKRAT

MEDIA SOSIAL FPD

Twitter: @FPD_DPR

Facebook: Fraksi Partai Demokrat
 

Copyright © Fraksi Partai Demokrat - 2017