Untitled Document Minggu, 23 Juli 2017
Untitled Document
HOME | BERITA | STRUKTUR ORGANISASI | VISI-MISI | AGENDA | PROFIL ANGGOTA | GALERI FOTO | VIDEO | MAJALAH | LINK
Untitled Document

BERITA

Nasional | Internasional | Parlemen

11 Juli 2017 - Berita Nasional

Anggota FPD Minta Potensi Wisata KRB Dimaksimalkan


Fraksidemokrat.org, Kebun Raya Balikpapan (KRB) belum dikelola secara maksimal. Selama ini KRB hanya berfungsi sebagai pendidikan, konservasi, dan penelitian semata. Padahal, kebun raya yang terletak di Km 15, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, itu bisa dimaksimalkan menjadi tempat wisata alam di Kota Minyak.  

Anggota Komisi VII DPR RI Ihwan Datu Adam menyarankan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk mengembangkan potensi di KRB. Mengingat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melakukan pembangunan infrastruktur pendukung di 12 kebun raya sepanjang 2016. 

Salah satunya pembangunan jalan dan fasilitas umum, restoran, pendopo, plaza, garden shop, shelter, dan pagar pembatas lahan di KRB. “Ini yang harus dimaksimalkan lagi supaya generasi muda mau berkunjung ke Kebun Raya Balikpapan,” kata Ihwan Datu Adam usai menghadiri The 6th Global Botanic Gardens Conference, di GICG, Jenewa, Swiss, Minggu (25/6).

Anggota Fraksi Partai Demokrat itu mengatakan, hal tersebut sebagai Sustainable Development Goal (SDG) atau program pembangunan berkelanjutan. Negara-negara di dunia sepakat melaksanakan program konservasi tumbuhan. Kemudian menjaga keanekaragaman hayati (biological diversity). Salah satunya dengan memperbanyak pembangunan kebun raya untuk menjaga jenis-jenis tanaman khas daerah.

Salah satunya tanaman kayu endemik Borneo yang ada di KRB. Seperti kayu besi atau ulin, meranti, dan pohon-pohon kayu keras lain yang bernilai ekonomi tinggi. “Kalau bisa dikembangkan dengan baik, masyarakat Kaltim enggak perlu jauh-jauh ke Jawa, untuk sekadar berwisata dan belajar di kebun raya. Enggak perlu ke Kebun Raya Bogor. Cukup ke Kebun Raya Balikpapan,” sebutnya.

KRB ini merupakan program inisiasi LIPI untuk mengantisipasi semakin berkurangnya ruang hijau dan rusaknya hutan di Kalimantan. Pada 1 Desember 2005 merupakan awal pembangunan kebun raya ini, yang ditandai dengan pencanangan oleh Wali Kota Balikpapan Imdaad Hamid sekaligus menjadi hari jadi kebun raya. Kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pada 2008 oleh gubernur Kaltim dan diresmikan penggunaannya pada 20 Agustus 2014 oleh Menteri Kehutanan.

KRB berfungsi sebagai kawasan lindung sekaligus wisata, untuk penelitian, dan pendidikan. KRB dibagi dalam sembilan zonasi. Meliputi zona penerima, perkantoran, service, bermain dan rekreasi, propagasi dan research center, koleksi kayu kalimantan, koleksi khusus, dan zona tumbuhan buah.

Untuk konservasi terdapat tiga zona khusus, yaitu koleksi kayu penting Kalimantan dengan luas sekitar 46 hektare, zona tumbuhan buah dengan luas 8,6 hektare, dan zona koleksi khusus dengan luas 16,9 hektare. Luas KRB sekitar 290 hektare, termasuk hutan lindung Sungai Wain.

“Jadi, masalah pengembangan kebun raya juga menjadi salah satu tugas dari Komisi VII DPR RI. Sebab, bidang dari Komisi VII adalah energi sumber daya mineral, riset dan teknologi, dan lingkungan hidup. Kebun Raya masuk dalam lingkungan hidup,” sebut anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Kaltim-Kaltara ini. (sumber berita : kaltim.prokal.co/***)

 





LINK WEBSITE

Website Kepresidenan & Wakil Presiden
Website Kementrian
Website Lembaga Tinggi Negara
Website Media
Website Organisasi Internasional

www.demokrat.or.id

DPP PARTAI DEMOKRAT

MEDIA SOSIAL FPD

Twitter: @FPD_DPR

Facebook: Fraksi Partai Demokrat
 

Copyright © Fraksi Partai Demokrat - 2017