Untitled Document Kamis, 14 Desember 2017
Untitled Document
HOME | BERITA | STRUKTUR ORGANISASI | VISI-MISI | AGENDA | PROFIL ANGGOTA | GALERI FOTO | VIDEO | MAJALAH | LINK
Untitled Document

BERITA

Nasional | Internasional | Parlemen

29 November 2017 - Berita Nasional

Muslim Ajak Generasi Milenial Maksimalkan Kekayaan Digital untuk Kebaikan


fraksidemokrat.org, Jakarta - “Education is the  most powerful weapon which you can use  to change the world.” Nelson Mandela (1918 2013)

Kutipan ini, menandai paparan Anggota Komisi X DPR RI, Muslim, SHI., MM, dalam Seminar Nasional Generasi Milenial: Tantangan dan Peluang Pemuda Indonesia di Ruang KK2 Gedung MPR/ DPR, Senayan Jakarta (26/11/2017). Selain Muslim, seminar yang dihadiri tak kurang dari 450 peserta ini,  menghadirkan pembicara Menpora Imam Nahrawi; Direktur Eksekutif Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono; dan Rico Rustombi, dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN). Diskusi dipandu moderator Putu Supadma Rudana, MBA, Anggota Komisi X DPR RI, Dapil Bali.

Muslim, membahas  topik generasi milenial dan pendidikan, dengan menegaskan pentingnya pendidikan karakter. ‘’Intinya, pendidikan yang baik adalah proses menumbuhkan dan membentuk generasi kuat. Yakni generasi yang tidak hanya mumpuni secara kognitif, tapi memiliki mentalitas dan moral yang baik,’’ kata Muslim.

Pendidikan karakter, katanya, mengedepankan keseimbangan internalisasi nilai, pengetahuan dan keterampilan etik (olah hati), literasi (olah pikir), estetik (olah rasa), dan kinestetik (olahraga). ‘’Semua ini bisa dicapai dengan strategi jangka panjang dan simultan melalui keteladanan, pengajaran dan penguatan,’’ tambah anggota DPR dari dapil Aceh itu.

Muslim menggambarkan generasi milenial sebagai generasi yang dipermudah dalam mendapatkan informasi. Maka jika digunakan dengan baik, kemudahan ini akan menghasilkan pikiran kreatif dan aktif dalam berbagai kegiatan.

‘’Mereka akan semakin tertantang dalam mencapai mimpi  mereka  dengan  cara  kreatif,  ingin   berbagi  dengan sesama lewat cara-cara unik, contohnya lahirnya berbagai aplikasi yang sangat mempermudah  kehidupan sehari-hari,’’ tuturnya.

Tantangannya, generasi milenial harus tetap sadar tentang pentingnya menjaga keutuhan bangsa. Antara lain dengan cara peka terhadap konten-konten negatif, ajakan untuk memasuki pemikiran dan tindakan radikal serta menghindarkan diri dari kecenderungan mengeksploitasi ujaran kebencian.

‘’Gunakanlah atau manfaatkanlah kekayaan digital untuk sarana kebaikan dan pengembangan diri,’’ katanya.

Muslim juga mengimbau generasi milenial untuk memanfaatkan media mainstream dan media sosial untuk menyuarakan optimisme.

Lalu apa peran generasi milenial dalam pembangunan karakter?

‘’Generasi milenial itu harus menjadi pembangun kembali karakter bangsa yang positif. Esensi peran ini adalah adanya kemauan keras dan komitmen dari generasi emas untuk menjunjung tinggi nilai-nilai moral di atas kepentingan-kepentingan sesaat sekaligus upaya kolektif untuk mengintegrasikannya pada kegiatan dan aktivitasnya sehari-hari.’’

Mereka juga, lanjut Muslim, adalah pemberdaya karakter. Pembagunan kembali karakter bangsa tentunya tidak akan cukup jika tidak dilakukan pemberdayaan secara terus menerus sehingga generasi muda yang merupakan generasi emas juga dituntut untuk mengambil peran sebagai pemberdaya karakter.

‘’Bentuk praktisnya adalah kemauan dan hasrat yang kuat dari generasi emas untuk menjadi peran model dari pengembangan karakter bangsa yang positif.’’

Lalu, generasi milenial juga berperan sebagai perekayasa karakter sejalan dengan perlunya adatifitas daya saing untuk memperkuat ketahan bangsa. Peran ini menuntut generasi emas sebagai generasi penerus bangsa untuk terus melakukan pembelajaran.

‘’Mengapa dikatakan generasi emas Indonesia ? Karena merupakan generasi penerus bangsa yang pada periode tersebut adalah sangat produktif, sangat berharga dan sangat bernilai, sehingga perlu dikelola dan dimanfaatkan dengan baik agar berkualitas menjadi insan yang berkarakter, insan yang cerdas, dan insan yang kompetitif, serta menjadi bonus demografi.’’

Akhirnya, tegas Muslim, ‘’Yang membedakan kalian (generasi milenial) dengan yang lainnya adalah “karya”. Kalian bisa memanfaatkan potensi Iptek dalam menciptakan karya baru. Karya bisa dalam berbagai macam bentuk, seperti aplikasi, karya tulis maupun pemikiran/ide yang menjadi sebuah aksi nyata. Karya yang unik dan membedakan kamu dengan yang lain. Jangan lengah akan penidikan, karena hanya itu jalan menyongsong masa depan, termasuk Indonesia emas 2045,’’ tutup Muslim.(***)

 

 

 

 





LINK WEBSITE

Website Kepresidenan & Wakil Presiden
Website Kementrian
Website Lembaga Tinggi Negara
Website Media
Website Organisasi Internasional

www.demokrat.or.id

DPP PARTAI DEMOKRAT

MEDIA SOSIAL FPD

Twitter: @FPD_DPR

Facebook: Fraksi Partai Demokrat
 

Copyright © Fraksi Partai Demokrat - 2017