Untitled Document Sabtu, 26 Mei 2018
Untitled Document
HOME | BERITA | STRUKTUR ORGANISASI | VISI-MISI | AGENDA | PROFIL ANGGOTA | GALERI FOTO | VIDEO | MAJALAH | LINK
Untitled Document

BERITA

Nasional | Internasional | Parlemen

6 Februari 2018 - Berita Nasional

Kasus Murid Aniaya Guru hingga Tewas di Sampang, Ini Respon Venna Melinda


fraksidemokrat.org, Jakarta - Anggota Komisi X Venna Melinda prihatin, terkejut dan terpukul atas kasus pemukulan seorang siswa berinisial MH terhadap gurunya di SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Jawa Timur sehingga tewas.

Venna menegaskan pelaku harus menanggung akibat dari perbuatannya.

"Namun, hukuman yang adil dan proporsional harus ditegakkan agar pelaku tidak kehilangan masa depannya," kata Venna dalam keterangan tertulis, Senin (5/2/2018).

Secara khusus, Venna meminta sekolah meningkatkan peran Bimbingan Konseling (BK) guna menghindari kasus yang terjadi di Sampang itu.

Apalagi peran BK yang diatur dalam Permendikbud No. 82 tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Sekolah serta Peran Komite Sekolah sudah diatur dalam Permendikbud No. 75 tahun 2016 tentang Komite Sekolah.

"Kedua Permendikbud ini adalah payung hukum untuk mencegah dan mengayomi anak didik kita di sekolah," kata Politikus Demokrat itu.

Venna mengatakan dirinya berfokus pada anti bullying dan kesadaran akan peran komite sekolah.

Ia meminta semua pihak harus memberikan perhatian khusus terhadap siswa yang memiliki sifat dan kecenderungan berperilaku menyimpang.

"Kecenderungan ini tidak banyak, namun harus tetap menjadi perhatian bersama," kata Venna.

Dari sisi keadilan, Venna menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum dan pengadilan untuk memutuskan permasalahan ini.

Sementara dari aspek pendidikan, dari pihak guru, Venna meminta untuk menggunakan pendekatan edukatif dalam menangani kasus ini.

Jika perlu harus diadakan bimbingan konseling yang rutin setiap bulan untuk mengetahui kondisi psikologis anak

Ini yang saya anggap masih sangat kurang dilakukan oleh sekolah-sekolah diIndonesia. Akhir kata, mari kita sama-sama intropeksi diri agar pendidikan diIndonesiaakan semakin membaik," katanya.

Sebelumnya, seorang pelajar kelas XI di SMA N 1 Torjun, Sampang berinisial MH diamankan aparat Polda Jawa Timur, pada Kamis (1/2/2018). MH diamankan karena menganiaya guru bernama Ahmad Budi Cahyono, salah satu guru honorer di sekolah tersebut. (Sumber :Tribunenews/ Tim media FPD )





LINK WEBSITE

Website Kepresidenan & Wakil Presiden
Website Kementrian
Website Lembaga Tinggi Negara
Website Media
Website Organisasi Internasional

www.demokrat.or.id

DPP PARTAI DEMOKRAT

MEDIA SOSIAL FPD

Twitter: @FPD_DPR

Facebook: Fraksi Partai Demokrat
 

Copyright © Fraksi Partai Demokrat - 2018