Untitled Document Minggu, 27 Mei 2018
Untitled Document
HOME | BERITA | STRUKTUR ORGANISASI | VISI-MISI | AGENDA | PROFIL ANGGOTA | GALERI FOTO | VIDEO | MAJALAH | LINK
Untitled Document

BERITA

Nasional | Internasional | Parlemen

7 Februari 2018 - Berita Nasional

SBY Nilai Perilaku Setnov Ibarat Air Susu Dibalas Air Tuba


fraksidemokrat.org, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono menyebut perilaku Setya Novanto mengaitkan nama putranya Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dalam kasus korupsi KTP elektronik (KTP-el), ibarat pepatah air susu dibalas air tuba. SBY menilai hal tersebut adalah bentuk fitnah.

"Waktu Pak Setya Novanto di- bully macam-macam, dari ICU kemudian sehat, kemudian kecelakaan kendaraan, luka banyak benjol, saya larang teman, 

saudara jangan ikut melakukan bully, tidak baik. Tapi nampaknya air susu dibalas air tuba, ujar SBY, Selasa (6/2).

Dalam buku catatan berwarna hitam yang kerap dibawa Setya Novanto dalam persidangan kasus KTP-el, Novanto menulis nama Nazaruddin dan Ibas pada salah satu halamannya. Di bagian atas ada tulisan justice collaborator, kemudian dibawahnya tertulis nama Nazaruddin. Di bawah nama Nazaruddin Novanto menggambar dua tanda panah. Satu tanda panah menunjuk tulisan nama Ibas, tanda panah lainnya menunjuk tulisan angka USD 500.000. Tulisan itu terlihat wartawan saat melakukan wawancara terhadap Novanto di ruang persidangan.

Belakangan Partai Demokrat menyebut upaya mengaitkan nama Ibas dalam kasus KTP-el tidak berdasar. SBY mengatakan putranya sebagai warga negara memiliki hak untuk mendapatkan keadilan. SBY mempersilakan Ibas untuk menempuh jalur hukum atas tulisan Setya Novanto dibuku catatan tersebut yang menyebabkan nama Ibas ikut terseret dalam kasus KTP-el.

SBY sendiri juga melapor ke Bareskrim Polri atas tuduhan yang dilayangkan saksi korupsi KTP-el Mirwan Amir dalam persidangan yang sama. Mirwan, yang juga mantan politikus Demokrat, mengaku telah melaporkan kepada SBY saat masih menjabat Presiden, ihwal proyek KTP-el yang bermasalah, namun SBY menurut dia, bersikeras tetap melanjutkannya.

SBY menegaskan pernyataan Mirwan seolah memposisikan dirinya sebagai aktor di balik kasus KTP el. SBY menyebut pernyataan Mirwan adalah fitnah yang penuh nuansa rekayasa. (Sumber : republika.com/Tim Media FPD )





LINK WEBSITE

Website Kepresidenan & Wakil Presiden
Website Kementrian
Website Lembaga Tinggi Negara
Website Media
Website Organisasi Internasional

www.demokrat.or.id

DPP PARTAI DEMOKRAT

MEDIA SOSIAL FPD

Twitter: @FPD_DPR

Facebook: Fraksi Partai Demokrat
 

Copyright © Fraksi Partai Demokrat - 2018