Untitled Document Senin, 23 Juli 2018
Untitled Document
HOME | BERITA | STRUKTUR ORGANISASI | VISI-MISI | AGENDA | PROFIL ANGGOTA | GALERI FOTO | VIDEO | MAJALAH | LINK
Untitled Document

BERITA

Nasional | Internasional | Parlemen

16 April 2018 - Berita Nasional

Ayub Khan : Penyakit Katastropik TantanganTarget Total Coverage 2019


fraksidemokrat.org,  Jember - Berbagai strategi untuk meningkatkan jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) terus dilakukan oleh pemerintah. Salah satunya adalah menggencarkan sosialiasi manfaat asuransi kesehatan yang dilaksanakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tersebut hingga ke daerah.

Anggota Fraksi Partai Demokrat Komisi 9 DPR RI, Ayub Khan, mengatakan, target cakupan kesehatan semesta (universal health coverage) pada awal 2019 mendatang, dinilainya cukup sulit terealisasi. Karena hingga kini, jumlah kepesertaannya baru mencapai 72,9 persen, atau sebanyak 187.982.949 peserta dari seluruh jumlah penduduk Indonesia.

“Makanya dari berbagai pihak, khususnya dari Kementerian Kesehatan, harus terus menggencarkan sosialisasi, agar total coverage yang ditargetkan 1 Januari 2019 nanti bisa terwujud,” katanya, usai menjadi narasumber dalam sosialisasi bertema “Kebijakan Pembiayaan Kesehatan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional 2018” di Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, Jember, Jawa Timur, Jumat (13/04/ 2018)
Menurut Ayub, cukup banyak tantangan yang harus dihadapi pemerintah untuk mencapai target tersebut. Salah satunya adalah tingginya kasus penyakit katastropik. Istilah ini mewakili sifat penyakit yang setara dengan bencana atau malapetaka. Penyakit katastropik, merupakan penyakit berbiaya tinggi dan secara komplikasi dapat membahayakan jiwa penderitanya. Jika dulu kebanyakan menyerang orang tua, kini anak muda juga mengalami hal ini.
Ayub menjelaskan, penyakit jenis ini biayanya cukup tinggi. Ambil contoh penyakit jantung. Dia menambahkan, dalam setiap tahun satu jenis penyakit ini bisa menghabiskan anggaran lebih dari Rp7 triliun, dan ini harus dikaver oleh anggaran pemerintah. 
“Sebab kalau tidak kita kaver akan banyak masyarakat yang meninggal, karena penyakit jantung ini cukup tinggi,” ujarnya. 
Sejak 2014 hingga kini, lebih dari seperlima pembiayaan JKN-KIS digunakan untuk menanggung delapan jenis penyakit katastropik. Penyakit katastropik itu terdiri dari penyakit jantung, kanker, gagal ginjal, stroke, thalasemia, sirosis hati (hepatitis), leukemia, dan hemofilia. 
Ayub menyatakan, penyakit jantung mengambil porsi pembiayaan terbanyak, lebih dari 50 persen, dibandingkan delapan penyakit katastropik lain. Pada 2016, BPJS Kesehatan mencatat, dari 6,5 juta kasus penyakit jantung biaya yang dikeluarkan mencapai Rp7,5 triliun. 
Besarnya biaya penyakit katastropik pernah memunculkan wacana pada November 2017 bahwa BPJS Kesehatan tak akan menanggung lagi pembiayaan penyakit katastropik. Isu itu muncul karena besarnya pembiayaan penyakit katastropik membuat BPJS Kesehatan terus merugi.
Wacana itu ditolak masyarakat karena kerugian BPJS Kesehatan dipicu banyak hal, tak hanya besarnya tanggungan penyakit katastropik. Isu ini juga dibantah BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan menyatakan, masih menanggung 100 persen biaya bagi penderita penyakit katastropik. Meski sejauh ini, tak mudah menurunkan angka penyakit katastropik di Indonesia karena terkait gaya hidup. 
Namun saat ini, ada sejumlah program pemerintah untuk menekan laju penyakit katastropik, seperti Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, dan Pos Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular. Tantangannya, gerakan itu harus masif di masyarakat.
“Program semacam ini, preventif dan promotif, yang harus digalakkan. Dan harus dimaksimalkan agar dapat menurunkan kasus-kasus penyakit yang tidak menular, maupun yang menular,” tandas politisi Partai Demokrat tersebut. ( Sumber jemberinframe.com/Tim Media FPD )





LINK WEBSITE

Website Kepresidenan & Wakil Presiden
Website Kementrian
Website Lembaga Tinggi Negara
Website Media
Website Organisasi Internasional

www.demokrat.or.id

DPP PARTAI DEMOKRAT

MEDIA SOSIAL FPD

Twitter: @FPD_DPR

Facebook: Fraksi Partai Demokrat
 

Copyright © Fraksi Partai Demokrat - 2018