Untitled Document Rabu, 21 November 2018
Untitled Document
HOME | BERITA | STRUKTUR ORGANISASI | VISI-MISI | AGENDA | PROFIL ANGGOTA | GALERI FOTO | VIDEO | MAJALAH | LINK
Untitled Document

BERITA

Nasional | Internasional | Parlemen

24 Juni 2018 - Berita Nasional

Ihwan Datu Adam Dukung Pesan SBY


fraksidemokrat.org Kalimantan Timur - Anggota DPR-RI Fraksi Partai Demokrat Dapil Kaltim-Kaltara, H Ihwan Datu Adam mendukung penuh pesan yang sampaikan Ketua Umum Partai Demokrat, H Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar aparatur negara tetap memegang teguh sikap netral dalam pemilukada.

Menurut Ihwan-akrabnya disapa, anjuran yang disampaikan SBY di Madiun pada 18 Juni lalu sudah menjadi keharusan. Segala macam aturan secara tegas mengatur bahwa TNI, Polri maupun BIN tidak boleh memihak. Sebaliknya, pihak-pihak yang menyebut “SBY Panik” justru menjadi tanda tanya besar.

Tuduhan yang sempat diutarakan salah satu pentolan partai politik, Bambang DH tidak berdasar dan sangat sumir. “Yang sekarang panik jangan-jangan Bambang DH dengan partainya. Bukankah dalam hanya hitungan hari apa yang disampaikan dan diperingatkan pak SBY diatas menjadi sangat berdasar dan menemukan kebenarannya setelah apa yang terjadi di Maluku. Inilah yang dimaksud kawan-kawan bahwa Bambang DH menuding orang, dia sendiri yang terpercik sendiri,” ujar Ihwan.

Mantan Wabup dan Plt Bupati PPU ini mengingatkan, menjelang pencoblosan Pilkada 2018 ini, agar Polri, BIN dan TNI dapat menjaga netralitasnya. Tidak melanggar sumpah jabatan dan mematuhi UU. Imbauan ini bukan karena kami Partai Demokrat panik, namun agar tidak ada lagi perwira-perwira terbaik TNI Polri yang menjadi korban di Pilkada ini seperti halnya kejadian di Maluku. Ketua Umum Demokrat, SBY adalah pelaku sejarah dan salah satu penggagas Reformasi TNI Polri, jadi jangan karena Pilkada ini menjadi dirusak untuk kepentingan sesaat. Dan selama 10 tahun memimpin Negeri ini terbukti, walaupun berlatar belakang jenderal militer, SBY “Imbauan sah-sah saja, saling mengingatkan agar pilkada kita ini bisa berjalan demokratis, jujur, dan adil. Sekali lagi legacy inilah yang harusnya dijaga dan diteruskan oleh pemerintahan sekarang, karena UU pun nyatanya masih mengatur hal demikian itu sampai saat ini,” tandas anggota Komisi VII DPR RI ini.

 

Dia juga menyinggung terkait tuduhan Bambang DH terhadap Program Keluarga Harapan (PKH) untuk kepentingan pemenangan Cagub Khofifah. Bambang DH harusnya lebih cermat memahami alat bukti sebelum berpendapat kepada publik.

 

Selama ini tidak ditemukan satupun fakta yang membuktikan bahwa petugas pendamping bantuan PKH memanfaatkan program tersebut untuk kepentingan pemenangan cagub tertentu.

 

Ihwan juga merasa aneh dengan saran Bambang DH agar Pak SBY melakukan introspeksi diri. Sebaliknya, pihaknya menjawab untuk melihat beberapa kejadian kontroversial hari-hari ini di antaranya pengangkatan Iriawan menjadi Pj Gubernur Jabar dan berpihaknya Wakapolda Maluku terhadap calon tertentu sehingga dimutasi, lebih tepat sebenarnya kalimat introspeksi ini disampaikan Bambang DH kepada Presiden Jokowi dan Ketua Umumnya Ibu Megawati. Agar mengelola negara ini tidak terus buat kisruh karena kebijakan-kebijakannya yang kontroversial, memantik persoalan dan ditolak publik. Karena keduanyalah yang sekarang sedang mengelola kekuasaan, bukan Partai Demokrat dan Pak SBY.

 

“Jadi tidak beralasan dan error in contex kalimat Bambang DH yang meminta Ketua Umum kami Pak SBY untuk instropeksi diri, karena beliau sudah purna dari kekuasan. Dalam konteks sesama Presiden, Presiden Jokowi yang sekarang sedang berkuasa dan memimpinlah yang perlu instrospeksi diri.

Dalam konteks sesama Ketua Umum Partai, lebih tepat Ibu Megawati yang Partainya PDIP sekarang sedang berkuasalah untuk instropeksi diri, bukan Demokrat,” pungkas mantan Anggota DPRD Kaltim ini





LINK WEBSITE

Website Kepresidenan & Wakil Presiden
Website Kementrian
Website Lembaga Tinggi Negara
Website Media
Website Organisasi Internasional

www.demokrat.or.id

DPP PARTAI DEMOKRAT

MEDIA SOSIAL FPD

Twitter: @FPD_DPR

Facebook: Fraksi Partai Demokrat
 

Copyright © Fraksi Partai Demokrat - 2018