Untitled Document Kamis, 27 Juni 2019
Untitled Document
HOME | BERITA | STRUKTUR ORGANISASI | VISI-MISI | AGENDA | PROFIL ANGGOTA | GALERI FOTO | VIDEO | MAJALAH | LINK
Untitled Document

BERITA

Nasional | Internasional | Parlemen

19 Maret 2019 - Berita Nasional

Banjir Sentani, Wandik Minta Pemerintah Pastikan Tanggap Darurat Berjalan Baik.


 fraksidemokrat.org, Jayapura - Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat asal Papua, Willem Wandik, meminta pemerintah memastikan kegiatan tanggap darurat berjalan baik dan lancar menyusul banjir bandang di Sentani, Jayapura, Papua, yang menewaskan puluhan orang pada Sabtu (16/3) malam. Banjir menerjang pemukiman saat hujan mengguyur kawasan Sentani. 
‘’Kami tentu sangat prihatin atas kejadian ini. Tanggap darurat harus diutamakan, pastikan korban meninggal dan beri pelayanan semakimal mungkin bagi korban selamat, baik dari segi kesehatan atau perawatan bagi yang luka, maupun kebutuhan makan, pakaian, selimut  dan lainnya,’’ kata Wandik.
Mengingat jumlah korban yang tidak sedikit, Wandik juga mengingatkan agar semua pihak bahu membahu turut mengatasi dampak banjir ini, dan memulihkan keadaan. ‘’Jangan bicara politik dan berebut panggung dalam penderitaan. Ini soal kemanusiaan, kita harus bersatu, meskipun ini memang tahun, bahkan bulan politik. Anda tahu, para korban butuh aksi konkret,  bantu warga korban, agar mereka secara perlahan bisa memulihkan hidup mereka,’’ tutur Wandik.
Banjir bandang ini menyapu tak hanya rumah dan meraibkan harta benda, tapi juga banyak nyawa. Karena itu, penanganan pemerintah juga harus benar-benar memperhatikan semua aspek. ‘’Setelah kebutuhan dasar saat tanggap darurat selesai, tahap selanjutnya kan recovery. Ini penting untuk diperhatikan agar langkah-langkah yang diambil benar-benar sistematis, rapi, dan sepenuhnya memihak atau memperhatikan kepentingan warga korban. Bicara bantuan fisik penting, tapi jangan lupa juga masalah psikologis, misalnya. Pasti traumanya mendalam,’’ kata Anggota Komisi V DPR RI ini.
Lebih jauh Wandik mengatakan, pemerintah harus memperhatikan dan mengupdate kajian terkait kawasan Sentani, Jayapura, Papua. Karena banjir di kawasan ini, bukan yang pertama kali. Pada tahun 2007, kawasan yang memiliki danau Sentani yang indah ini, juga pernah dilanda banjir dengan korban yang juga tak sedikit.
‘’Banjir tahun 2007 itu sudah dianggap luar biasa. Pasti kana da kajiannya, mengapa terjadi. Nah, sejauh mana sebab-sebab itu diatasi. Misalnya, soal penebangan hutan, kawasan rawan longsor, kondisi sungai, apakah pemukiman-pemukiman sudah berada di area yang tepat atau relatif aman, dan seterusnya. Mari kita lihat lagi, kita bahas, di mana masalahnya. Mengapa justru kini terjadi banjir dengan volume lebih besar,’’ katanya.
Tentu, kata Wandik, musibah pada akhirnya tidak selalu bisa diperkirakan. Itu urusan Tuhan.  ‘’Tapi kan sebagai manusia, kita berusaha meminimalkan dampak peristiwa, jika kita tahu masalahnya,’’ kata Wandik
Hingga Minggu (16/3), dikabarkan setidaknya 50 orang meninggal dunia dan sebanyak 59 orang luka-luka akibat musibah ini. Para korban terluka dirujuk ke PKM Sentani, RS Bhayangkara, dan RS Yowari. Dinas Kesehatan Jayapura dan Dinas Kesehatan Papua mengkoordinasi penanganan tim medis bagi korban.
‘’Akhirnya, kami juga ingin mengapresiasi pihak-pihak yang secara cepat bertindak membantu para korban. Semua pihak, TNI, BNPB, masyarakat dari luar wilayah banjir, dan siapa saja. Kita doakan, keadaan cepat pulih. Dengan kepedulian kita semua, para korban tidak akan semakin menderita,’’ tukas Wandik. (***)
 
 




LINK WEBSITE

Website Kepresidenan & Wakil Presiden
Website Kementrian
Website Lembaga Tinggi Negara
Website Media
Website Organisasi Internasional

www.demokrat.or.id

DPP PARTAI DEMOKRAT

MEDIA SOSIAL FPD

Twitter: @FPD_DPR

Facebook: Fraksi Partai Demokrat
 

Copyright © Fraksi Partai Demokrat - 2019