Untitled Document Selasa, 18 Desember 2018
Untitled Document
HOME | BERITA | STRUKTUR ORGANISASI | VISI-MISI | AGENDA | PROFIL ANGGOTA | GALERI FOTO | VIDEO | MAJALAH | LINK
Untitled Document

BERITA

Nasional | Internasional | Parlemen

29 Maret 2015 - Berita Parlemen

Anggota FPD DPR-RI: BBM Naik Lagi, Rakyat Bisa Sengsara


Jakarta: Anggota Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR-RI Ir Marwan Cik Asan MM menyayangkan kebijakan Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kembali menaikkkan harga BBM dari Rp 6.800 menjadi Rp 7.300 per liter. Marwan menilai kebijakan ini tidak tepat dan terancam menyengsarakan rakyat di tengah kondisi lemahnya perekonomian.

 

“Pemerintah seharusnya mempertimbangkan kondisi masyarakat sebelum membuat kebijakan. Sehingga, kebijakan pemerintah tidak merugikan masyarakat. Dengan menaikkan harga BBM subsidi, pemerintah seperti tidak memiliki sense of crysis,” ujar Mantan Ketua DPRD Lampung tersebut.

 

Saat ini, Marwan mengatakan, kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat sedang lemah. Hal itu terjadi akibat harga kebutuhan pokok yang naik, seperti beras dan lain-lain. Sementara, pendapatan masyarakat tergerus dengan harga hasil pertanian dan perkebunan yang murah.


“Presiden Jokowi seharusnya memimpin masyarakat Indonesia dengan kemurnian hatinya. Agar, keputusan yang dibuat tidak menyengsarakan masyarakat,” ujar Marwan Cik Asan dalam rilisnya, Minggu (29/3).

 

Menurut Marwan, seharusnya Jokowi terlebih dahulu mempertimbangkan hajat hidup rakyat dari berbagai aspek. Dengan kembali menaikkan harga BBM, otomatis akan turut berdampak kepada naiknya harga jual kebutuhan pokok lain.

 

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI itu mengingatkan dalam mengelola negara, Presiden Jokowi jangan menyamakan dengan mengelola sebuah perusahaan. Sebab mengelola perekonomian negara, kata Marwan, tidak hanya memperhatikan aspek untung rugi.

 

“Pemerintah Jokowi seperti sedang mengelola perusahaan. Begitu harga bahan baku naik maka harga jual juga otomatis naik. Padahal ini mengelola negara yang harus melihat semua aspek,” ujar Marwan.

 

Mengacu Keputusan Menteri ESDM Nomor 2486/K/12/MEM/2015, harga premium naik Rp 500 dari Rp 6.800 menjadi Rp 7.300. Sementara di wilayah Jawa, Madura, dan Bali, harga premium menjadi Rp 7.400 dari Rp 6.900. Adapun, harga solar meningkat dari Rp 6.400 menjadi Rp 6.900.

 

Kenaikan harga kedua BBM subsidi tersebut mulai berlaku pada 28 Maret 2015 pukul 00.00. Khusus premium, kenaikan tersebut merupakan kenaikan kedua yang terjadi selama Maret 2015. Pada 1 Maret 2015 pukul 00.00, harga premium naik Rp 200 dari Rp 6.600 menjadi Rp 6.800.

 

Sumber : www.demokrat.or.id





LINK WEBSITE

Website Kepresidenan & Wakil Presiden
Website Kementrian
Website Lembaga Tinggi Negara
Website Media
Website Organisasi Internasional

www.demokrat.or.id

DPP PARTAI DEMOKRAT

MEDIA SOSIAL FPD

Twitter: @FPD_DPR

Facebook: Fraksi Partai Demokrat
 

Copyright © Fraksi Partai Demokrat - 2018