Untitled Document Senin, 25 Juni 2018
Untitled Document
HOME | BERITA | STRUKTUR ORGANISASI | VISI-MISI | AGENDA | PROFIL ANGGOTA | GALERI FOTO | VIDEO | MAJALAH | LINK
Untitled Document

BERITA

Nasional | Internasional | Parlemen

17 Februari 2018 - Berita Nasional

FPD Dukung Aspertina Lestarikan Budaya


fraksidemokrat.org, Jakarta – Jelang Imlek, Fraksi Partai Demokrat DPR RI Selasa (13/2/2018) menerima audiensi Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia (Aspartina). Disambut langsung Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) Edhie Baskoro Yudhoyono, pimpinan Aspertina Andrew A. Sutanto menyampaikan bahwa organisasinya memiliki misi antara lain melestarikan dan mengembangkan budaya peranakan Tionghoa agar tidak lepas dari budaya Indonesia.


‘’Kami juga hendak menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Pak SBY, karena telah membuat Kepres yang mencabut kata China menjadi Tiohonga dan China menjadi Tiongkok,’’ kata Andrew.


Selain Ibas, sapaan Ketua FPD, audiensi juga dihadiri Sekretaris FPD, anggota Komisi III DPR RI/ FPD Dapil Kalbar, Erma Ranik dan Anggota FPD Dapil Bangka Belitung, Eko Wijaya. Dalam sambutannya, Ibas mengapresiasi keberadaan dan kiprah Aspertina dalam menjaga kelesatrian budaya bangsa yang beragam.


‘’Keberadaan budaya tionghoa merupakan bagian dari panjang bangsa ini. Peninggalan Tionghoa hampir di seluruh Nusantara, dan saat ini masih ada infrastruktur yang masih digunakan, seperti Masjid Laksamana Cheng Ho. Jadi memang sudah sepantasnya ada komunitas yang peduli dengan pelestariannya. Karena ini juga merupakan kekayaan Indonesia,’’ kata Ibas.


Ibas menegaskan bahwa Partai Demokrat saat ini dihuni oleh semua golongan, semua kultur dan semua ras. Demokrat selalu mengedepankan persatuan dan kesatuan, memberikan kesempatan kepada siapa saja yang mempunyai kompetensi untuk menduduki posisi strategis baik itu di pemerintahan maupun di partai.


‘’Jadi, mari kita diskusikan apa saja yang harus kami perjuangkan di Parlemen terkait hal ini,’’ katanya.

Andrew pun langsung menyampaikan beberapa ppin aspirasi organisasinya. Antara lain, agar pemeirntah lebih serius lagi memperhatikan masalah pendidikan, khususnya tingkat dasar dan menengah.


‘’Pembangunan infrastruktur memang penting akan tetapi pendidikan jauh lebih penting. Saya prihatin karena sekarang ini, anak-anak tidak tumbuh mencintai negaranya akan tetapi anak-anak tumbuh mencintai golongannya. Kaitannya dengan Aspertina adalah masalah budaya luhur kita. Karena itu, kita akan lebih mengutamakan anak-anak kita berbudaya,’’ katanya.

Sementara Adjie, Sekertaris Aspertina menambahkan, Aspertina mengacu pada pelestarian budaya Nusantara, bukan hanya etnis tertentu. Ia mencontohkan, di bidang kuliner, mie sudah tidak lagi identik dengan Tionghoa. Kuliner jenis ini harus dilestarikan.


‘’Aspertina juga memiliki anggota bukan hanya dari etnis Tionghoa. Kita ada dari Jawa dan Sulawesi juga,’’ demikian ditambahkan Chandra, salah seorang pendiri Aspertina.


Di akhir, Sekretaris FPD Didik Mukrianto menyatakan bahwa bangsa Indonesia pada dasarnya tidak memiliki masalah dengan kebinekaan. Karena memang kodrat Indonesia adalah bhineka.


‘”Masalahnya barangkali, akhir-akhir ini banyak sekali masyarakat yang tidak toleran. Tentu ini harus diatasi bersama, ada proses pendidikan, perbaikan, dan cara- ara strategis untuk paling tidak menguranginya. Tapi kita bersyukur, memiliki para pemimpin yang terus berkomitmen pada kebangsaan yang rukun dan beragam. Khususnya Presiden Gus Dur dan Presiden SBY yang langsung bersentuhan dengan keputusan terkait etnis Tionghoa,’’ kata Didik. (Media FPD /***)





LINK WEBSITE

Website Kepresidenan & Wakil Presiden
Website Kementrian
Website Lembaga Tinggi Negara
Website Media
Website Organisasi Internasional

www.demokrat.or.id

DPP PARTAI DEMOKRAT

MEDIA SOSIAL FPD

Twitter: @FPD_DPR

Facebook: Fraksi Partai Demokrat
 

Copyright © Fraksi Partai Demokrat - 2018